RELIGIOUS SERVICES

Expat communities organize a variety of religious services and activities, while several houses of worship offer services in foreign languages, such as English, Mandarin, Arabic, Urdu, French, etc. Indonesia officially recognizes six religions: Islam, Protestantism, Catholicism, Hinduism, Buddhism and Confucianism. Every Indonesian adult citizen is required to carry an ID card, which should state their religion. There are some Jews in Jakarta, but their services are quietly restricted to private houses. The city even has a nascent, underground movement of young atheists, but given that blasphemy is illegal, it’s best to profess to follow a mainstream religion. Some Javanese follow Kejawen (also known as Kebatinan), which is a fusion of animism and other spiritual beliefs.


Komunitas-komunitas ekspatriat mengorganisir berbagai layanan dan kegiatan keagamaan, sedangkan beberapa rumah peribadatan memberikan layanan dalam berbagai bahasa, seperti Inggris, Mandarin, Arab, Urdu, Perancis, dan sebagainya. Indonesia secara resmi mengakui enam agama: Islam, Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. Setiap Warga Negara Indonesia dewasa wajib mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk), yang mencantumkan agama mereka. Ada komunitas orang Yahudi di Jakarta, tetapi layanan mereka lakukan secara terbatas di perumahan. Jakarta bahkan memiliki gerakan bawah tanah para atheis muda yang tergolong baru, namun mengingat adanya hujatan dan dianggap melanggar, lebih baik menyebut diri sebagi penganut agama yang diakui. Sebagian orang Jawa menganut Kejawen (juga dikenal sebagai Kebatinan), yang merupakan perpaduan animisme dan kepercayaan spiritual lainnya.







































Leave a Reply