ART & CULTURE

Behind the traffic, high-rises and noise, Jakarta is teeming with a vibrant art and culture scene. There are regular exhibitions, performances and concerts. Some museums are run-down, but several have been newly renovated. The Bank Mandiri Museum in Kota Tua even hosts rock concerts. Several countries have established cultural centers that organize film screenings and performances.

If you want to participate in local culture, then Fridays are ‘batik day’ when people will wear the national fabric to the office. The city administration has also introduced Wednesday as Betawi day, with civil servants being encouraged to wear traditional outfits. Attending weddings is a great way to experience local culture, just don’t expect to be offered alcohol. Taman Mini Indonesia Indah (Beautiful Indonesia in Miniature Park) in East Jakarta is worth a visit to examine the nation’s many cultures. An interesting site there is Purna Bhakti Pertiwi Museum, containing gifts given to ex-president Suharto by other heads of state, although some of the best exhibits have disappeared.


Selain macet, kebisingan dan gedung-gedung bertingkat, Jakarta dipenuhi banyak tempat kegiatan seni dan budaya. Pameran, pertunjukan dan konser diselenggarakan berkala. Beberapa museum tidak terawat, tetapi yang lainnya ada yang baru direnovasi. Museum Bank Mandiri di Kota Tua bahkan menyelenggarakan konser musik rock. Beberapa negara mendirikan pusat-pusat kebudayaan yang melakukan pemutaran film dan pertunjukan.

Jika Anda ingin ikut serta dalam kebiasaan setempat, maka Jumat adalah ‘Hari Batik’ ketika orang-orang memakai pakaian nasional ke tempat kerjanya. Pemerintah DKI juga menetapkan Rabu sebagai Hari Betawi, dimana para pegawai negeri dianjurkan memakai pakaian tradisional. Menghadiri pesta pernikahan merupakan cara baik untuk mengetahui budaya setempat; namun jangan berharap disediakan minuman beralkohol. Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur patut dikunjungi untuk menjelajahi banyaknya budaya bangsa. Ada tempat menarik yaitu Museum Purna Bhakti Pertiwi, memuat berbagai cindera mata yang diberikan kepada mantan Presiden Suharto oleh kepala negara lainnya, meski beberapa benda pameran terbaik telah hilang.

























Leave a Reply